Andalusia – Zaman keemasan Islam

13 Juni 2025 Andalusia Di antara reruntuhan waktu,terdapat jejak gemilang yang tak padam.Peradaban keemasan Islam—lahir dari tanah yang kini sunyi,namun dahulu,penuh cahaya dan kehidupan. Bangunan megah berdiri anggun,ukiran-ukiran di dindingnyaberbisik pelan,menceritakan masa ketika ilmu dan imanberjalan berdampingan. Al-Andalus…tak sekadar nama dalam sejarah,ia adalah saksi:di jantung Eropa,Islam pernah bersinardengan pena, bukan pedang—dengan karya, bukan angkara. Seni,… Lanjutkan membaca Andalusia – Zaman keemasan Islam

Published
Categorized as My Poetry

Binar Mata

12 Mei 2025 Dalam setiap luka, ada nyala kecil yang masih bertahan—itulah Baswara. Kata yang berarti cahaya atau sinar ini menjadi lambang dari harapan yang tak padam meski tertutup gelapnya duka. Puisi Baswara kutulis sebagai bentuk perjalanan dari kerapuhan menuju kekuatan, dari redup menuju terang. —– Baswara Mata itu layaknya baswara,Cantik nan terpancar Lirih bersuara.Terdengar… Lanjutkan membaca Binar Mata

Published
Categorized as My Poetry

Kota Impian – Dari sebuah rasa

14 Maret 2025 ….. Setiap orang menyimpan harapan dan angan yang tersembunyi di sudut hati, tentang sebuah tempat yang ideal—tenang, indah, dan memberi rasa aman. Kota Impian adalah refleksi dari kerinduan itu. Melalui puisi ini, kita diajak menelusuri lorong-lorong imajinasi, tempat di mana harapan tumbuh, dan kehidupan terasa lebih damai. Sebuah karya sastra yang menyentuh… Lanjutkan membaca Kota Impian – Dari sebuah rasa

Published
Categorized as My Poetry

Suryakanta

13 Februari 2025 Jeritan dalam diri Tak bersuara. Riuh didalam kepala Antara bimbang dan kalut, Seakan gemuruh dalam dada. Menyesakkan, namun… Sulit berucap. Insan memakai suryakanta Dengan dalih rasa peduli. Tergopoh gopoh, Memakai kaca pembesar Seakan insan lain Objek bagus yang sangat menarik. Lunglai diri ini.. Pada insan yang berkata Ia bertuhan… Tapi.. Seperti menuhankan… Lanjutkan membaca Suryakanta

Published
Categorized as My Poetry

Refleksi Hati dan Kepemimpinan di Tengah Ketimpangan Sosial

29, Agustus 2025Dalam masyarakat, seringkali kita terbius oleh simbol gelar tinggi, jabatan prestisius, atau kekuasaan formal. Namun, sejatinya kepemimpinan bukan soal seberapa tinggi pendidikan atau posisi seseorang, melainkan hati, integritas, empati, dan kesadaran sosial. Terlebih di Indonesia, di mana publik kerap merasa suara mereka diabaikan, refleksi tentang kepemimpinan yang amanah menjadi sangat penting.

Mengibarkan Bendera, Meski Sedang Kecewa

3 Agustus 2025 Setiap tahun, bulan Agustus datang dengan gegap gempita. Jalan-jalan dihiasi umbul-umbul merah putih, lomba-lomba digelar di gang kecil, anak-anak tertawa lepas memperebutkan hadiah sederhana. Ada makan bersama, pasang lampu, cat ulang pagar, dan semangat gotong royong yang seolah hanya muncul di momen ini. Namun, tahun ini, rasanya berbeda. Entah sejak kapan, aku… Lanjutkan membaca Mengibarkan Bendera, Meski Sedang Kecewa

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai