29 Januari 2026 Sudut asing Sendu suasana ditempat ituPusat biru nan hening dirasa,Berada pada puluhan minus.Hilir anila seakan menggoyahkan raga,Tak jemu ucapnya.Suhu beku menguap mengudaraMenarik kepala kian dinginSouthern Hemisphere…. Ia ada karna sejarah mengusungnya.Hening, dingin dan biru.Seakan melawan maknaDari kehidupan yang hangat.Meski demikian, disebut rumahBagi spesies ribuan tahun lalu.Pasang mata merekam itu semua“Masuklah,” bisiknya.Padahal langkah… Lanjutkan membaca Tempat yang dingin
Kategori: My Poetry
Harsa / Kebahagiaan
24 januari 2026 17.47 Harsa Rasa berderu cepat.Warna hati layaknya cempaka.Mega jingga menari diufuk barat.Atma mencari sang semesta. Bibir tersenyum haru.Mata itu gemerlap senduBagai gemintang di gelap malam. Sopan kicauan burung di pendengaran.Menyanyikan bait demi bait.Menambah kesan di masa itu. Anak dara terdekap sejenak.Oleh harsa yang menghampiri. Menuangkan rasa menjadi aksara. Thanks for reading ✨
Berlian dan Batu
23 Mei 2025 Berlian dan batu Baru saja kuterima berlian di atas bukit,kilau doa yang sempat kupeluk dalam sunyi.Ada pelangi membentang di langit,katanya: ini hadiah dari hati yang tak pernah berhenti. Tapi belum sempat kutatap lama,batu besar datang dari arah yang tak kusangka.Menimpa langkah, menghantam dada,dan aku jatuh,ke jurang,lagi-lagisendiri. Aku ingin marah,tapi di dasar gelap… Lanjutkan membaca Berlian dan Batu
Shyam – kegelapan malam
10 Mei 2025 ——- Shyam Deru langkah tertatih, sayatan duri mengukir cerita pada telapak kakinya, luka berdesir, merah bercampur tanah basah. Seberapa jauh ia tersesat? Berapa lama harus mengembara di belantara ini? Sayup terdengar, auman serigala menggetarkan semesta, dan nyanyi malam berbisik, seperti doa tanpa janji. Ia berhenti di tanah lembab, dingin menggigit kulitnya yang… Lanjutkan membaca Shyam – kegelapan malam
Melukis
8 Mei 2025 Warna di tepi jalan Coretan berbagai warna,Tertuang pada dinding itu,Di pinggir jalan, di bawah pepohonan,Suara riuh menggema,Kebersamaan yang tumbuh dari sentuhan kuas,Mengukir kenangan dalam palet masa muda. Pemotor berlalu lalang,Memandang karya kita,Garis demi garis,Warna demi warna,Menari di dinding beton,Menuliskan cerita tentang harapan,Tentang jejak langkah yang tak pernah padam. Haru rasanya…Telah mencipta karya… Lanjutkan membaca Melukis
Belantara
5 Mei 2025 Di antara kabut dan bayang yang tak bernama, ada sosok yang jarang diceritakan. Bukan pahlawan dengan dada dibusungkan, bukan pula tokoh agung dalam kisah megah. Ia hanya hadir — diam, lembut, namun terluka. Seperti malaikat yang tersesat dalam belantara, ia memikul beban tanpa suara. —— Goresan Luka Terdengar derap langkah,lirih suara pria… Lanjutkan membaca Belantara