Maaf, Aku Masih Kagum pada Hal-Hal yang Sederhana

Aku tahu dunia ini sedang sibuk.Banyak yang kejar gelar, gelimang harta, trending topik, dan segala hal yang katanya penting. Tapi maaf, aku belum bisa mengikuti semua itu. Karena aku masih sering berhenti di tengah jalan hanya untuk melihat burung yang terbang rendah, atau mengelus kambing ayah di belakang rumah. Aku masih terpukau oleh hal-hal yang… Lanjutkan membaca Maaf, Aku Masih Kagum pada Hal-Hal yang Sederhana

Perihal nestapa

8 Juli 2026 Kepada sang surya di ujung barat, Sudikah engkau mengais serpihan biru. Di atap berkibar atmosfer menilai bumi, Menjadi kisah diantara ribuan manusia – Lantas kemanakah kita ? Pada masa itu melihat kaki tangan melata Meminta harap, mengemis, kepada pemilik semesta – Lampau kenangan beribu tahun terlewati, Nyaris menghunus nadi dengan penyesalan, Menyayat… Lanjutkan membaca Perihal nestapa

Published
Categorized as Puisi

Kemunduran suatu bangsa

28 Mei 2026 Memindai ulang dari sudut pandang modern terhadap kemunduran suatu bangsa di era digital. Mulanya hal ini sudah menjadi hal yang wajar, bahkan beberapa generasi secara tidak sadar. Apa yang mereka benar benar lakukan. Beberapa dizaman sekarang banyak hanya hidup sekedar dan mengikuti ritme ritme dari akses internet. Sebenarnya tak apa dan banyak… Lanjutkan membaca Kemunduran suatu bangsa

Melihat kemanusiaan zaman sekarang

26 Mei 2026 Di masa kini retorika kadang tak lebih daripada sekedar celoteh manusia. Perihal waktu yang berbicara, memandang arogansi manusia terhadap kehidupan dan siklus makhluk hidup. Pada dasarnya setiap manusia memiliki hati nurani dan akal untuk berpikir namun seringkali di zaman yang serba cepat ini, hati dan pemikiran seperti tak jalan serempak. Kadang condong… Lanjutkan membaca Melihat kemanusiaan zaman sekarang

Si Mata teduh

Ada masa di mana hati terasa kosong, seakan terombang-ambing dalam lamunan tanpa suara.Di antara bayangan hitam dan senja yang tenang, aku menuangkan perasaan ini dalam bait sederhana.Semoga tiap kata yang tertulis bisa menemani siapa pun yang membaca. —— Si Mata Teduh Lamunan kosong,tak bersuara, seperti mati.Bayangan hitam menghantui,seakan momok menakutkan,menutup perjuangan. Senja di ufuk barat,desiran… Lanjutkan membaca Si Mata teduh

Published
Categorized as Puisi

Dampak ketidaksadaran diri

21 Mei 2026 Sebuah kehidupan terjalin bila memiliki pertumbuhan kepercayaan dan beberapa aspek, seperti aspek sosial ekonomi kesehatan atau spiritual. Disaat yang bersamaan kehidupan tidak terjalin, ya bagaikan genangan air hujan yang hanya sekedar ada. Ketika kesadaran kehidupan tidak disertai kesadaran dalam memilih atau bertindak – hanya mengikuti yang sudah ada maka pertumbuhan manusia seringkali… Lanjutkan membaca Dampak ketidaksadaran diri

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis