Belantara

5 Mei 2025 Di antara kabut dan bayang yang tak bernama, ada sosok yang jarang diceritakan. Bukan pahlawan dengan dada dibusungkan, bukan pula tokoh agung dalam kisah megah. Ia hanya hadir — diam, lembut, namun terluka. Seperti malaikat yang tersesat dalam belantara, ia memikul beban tanpa suara. —— Goresan Luka Terdengar derap langkah,lirih suara pria… Lanjutkan membaca Belantara

Published
Categorized as My Poetry

Dunia Corporate

19 Juni 2025 Dunia Korporat Matahari menelisik dalam diam,seperti pengawas waktu yang tak kenal jeda.Menerangi miliaran umat,tapi sinarnya di sini terasa seperti lampu sorotyang tak henti menuntut gerak. Langit biru bersaksi,di atas ubun-ubunnya yang basah oleh peluh.Ia berjalan dengan beban besar di pundak,seperti memikul dunia yang tak ia pilih.Bising suara mesin bersahutan,menggema seperti paduan suara… Lanjutkan membaca Dunia Corporate

Published
Categorized as My Poetry

Terik Sabana – Bertaut

19 Juni 2025 Kehidupan di antara rerumputan kering pasti banyak duka namun lain dengan hewan yang diperuntukkan menjaga kelestarian alam oleh pencipta. Mereka sudah terbiasa dengan panasnya hawa debu nya tanah kering dan perburuan yang keras. Kini ku merangkai kata tentang raja sabana. ——- Terik Sabana Rumput-rumput liar terbakar senyap,pepohonan berdiri jarang—bagai saksi yang lelah.Matahari… Lanjutkan membaca Terik Sabana – Bertaut

Published
Categorized as My Poetry

Noda Jiwa – Hening

17 Juni 2025 Dalam hidup, ada masa ketika langkah manusia kehilangan arah. Bukan karena tak tahu jalan, tapi karena jiwa lelah, retak, dan sunyi tak bersuara. Puisi ini lahir dari bayang-bayang kerapuhan itu—tentang seseorang yang jatuh dalam kubangan gelap, tersesat jauh dari cahaya, dan hanya ditemani hembusan napasnya sendiri. Inilah “Noda Jiwa”, bisikan dari relung… Lanjutkan membaca Noda Jiwa – Hening

Published
Categorized as My Poetry

Aku, Pohon tua

15 Juni 2025 Dari sebuah rasa menjadi goresan tinta biru disatukan dalam bait bait, menambahkan kesan lebih dalam. Kini aku menulis sebagai bentuk ekspresi diri sendiri. —— Aku, pohon tua Berdiri di tepi jalanHidup seperti tak hidupPara kawan telah mendahuluiKini, ku bertahan sendiri. Pada bumi yang sudah tuaDaun daunku berguguran Sulit rasanya bertahan. Menghasilkan oksigen… Lanjutkan membaca Aku, Pohon tua

Published
Categorized as My Poetry

Si Mata teduh

Ada masa di mana hati terasa kosong, seakan terombang-ambing dalam lamunan tanpa suara.Di antara bayangan hitam dan senja yang tenang, aku menuangkan perasaan ini dalam bait sederhana.Semoga tiap kata yang tertulis bisa menemani siapa pun yang membaca. —— Si Mata Teduh Lamunan kosong,tak bersuara, seperti mati.Bayangan hitam menghantui,seakan momok menakutkan,menutup perjuangan. Senja di ufuk barat,desiran… Lanjutkan membaca Si Mata teduh

Published
Categorized as My Poetry
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai