13 January 2025
Tahukah kamu jika kita menengadah ke atas di luar ruangan di tanah cukup lapang ada berbagai macam bintang. Kadang terlihat puluhan, ratusan sampai ribuan bahkan milyaran. Tergantung cuaca dan posisi kita melihat bintang. Sebagian penghuni bumi mungkin merasa biasa saja melihat langit malam dengan bintang bintang, ada juga yang antusias dengan kilauan tiap cahayanya, ada juga yang merefleksikan diri juga bertanya mengenai masing-masing bintang. Nama nya apa ? Dalamnya apa ? Dan bagaimana bisa ada juga, mengapa selalu hadir dengan kilauan khasnya. Dihalaman yang kutulis saat ini akan membahas 1 gugus bintang dengan sedikit pengetahuan yang cukup tidak se spesifik NASA dan artikel seperti Wikipedia, mungkin artikel ku ini hanya pemantik kajian awal pada bintang ini.
Oke jadi Namanya Messier 44 bisa disebut gugusan sarang lebah. Berada dalam konstelasi cancer yang mana memang konstelasi itu cukup redup dibandingkan tetangganya yaitu Leo, jika kita lihat dengan mata telanjang tidak dengan Teleskop. Messier 44 terletak di hati atau jantung cancer dimana ada gambar pola konstelasi cancer berbentuk kepiting semacam silang dan huruf Y. Memiliki 1000 bintang dan pertama kali di temukan oleh Galileo Galilei. Ia menkarakterisasi sebagai lebih dari sekedar nebula yang berhasil mengamati sekitar 40 bintang didalamnya. Teleskop Hubble membantu ilmuwan untuk menemukan M44. Sekitar 600 – 700 tahun cahaya untuk jarak bumi ke Messier 44 yang termasuk jenis gugus terbuka yang paling dekat bisa diamati.
Jika ingin melihat Messier 44 pada konstelasi cancer ini cari bintang regulus atau algieba di rasi Leo mereka bintang yang cukup terang, biasanya cancer ada di sisi bawah konstelasi Leo jika pada wilayah barat dan diliat dari bumi bagian selatan (Southern Hemisphere). Indonesia secara geografis terletak diantara samudra Hindia dan samudra Pasifik maka kita termasuk dibagian wilayah selatan tropis basah, konstelasi cancer muncul disaat musim kemarau atau sekitar pada bulan Maret sampai dengan Juni. Lihat mereka dari perputaran rotasi bumi maka awal kemunculannya di timur terus bergerak berakhir tenggelam di barat. Konstelasi cancer termasuk teredup diantara 88 konstelasi modern, Jika berada diperkotaan didominasi polusi cahaya maka tidak salah kita hampir mustahil melihat nya dengan mata telanjang, berbeda dengan spica, arcturus atau sirius yang kecerahannya -1,4. Di dalam ilmu astronomi untuk mengukur kecerahannya. Bintang berada pada rendahnya magnitudo semakin rendah dan minus semakin terang, dan semakin redup angka magnitudo nya semakin tinggi contoh Messier 44 magnitudo tampaknya berada di angka 3,7.
Jadi sekarang masih january sabar dulu aja. Mulai bulan Maret akan memunculkan dirinya dari arah Timur bersamaan dengan rasi Leo, Gemini dan Hydra (berbentuk Ular memanjang).
Udah segini dulu aku nulis, Makasih sudah bersedia membaca see you 🌱🍃
