Si Mata teduh

Ada masa di mana hati terasa kosong, seakan terombang-ambing dalam lamunan tanpa suara.Di antara bayangan hitam dan senja yang tenang, aku menuangkan perasaan ini dalam bait sederhana.Semoga tiap kata yang tertulis bisa menemani siapa pun yang membaca. —— Si Mata Teduh Lamunan kosong,tak bersuara, seperti mati.Bayangan hitam menghantui,seakan momok menakutkan,menutup perjuangan. Senja di ufuk barat,desiran… Lanjutkan membaca Si Mata teduh

Published
Categorized as Puisi

Dampak ketidaksadaran diri

21 Mei 2026 Sebuah kehidupan terjalin bila memiliki pertumbuhan kepercayaan dan beberapa aspek, seperti aspek sosial ekonomi kesehatan atau spiritual. Disaat yang bersamaan kehidupan tidak terjalin, ya bagaikan genangan air hujan yang hanya sekedar ada. Ketika kesadaran kehidupan tidak disertai kesadaran dalam memilih atau bertindak – hanya mengikuti yang sudah ada maka pertumbuhan manusia seringkali… Lanjutkan membaca Dampak ketidaksadaran diri

Perbudakan

13 Mei 2026 Sejarah pada dasarnya sebuah kumpulan narasi masa lampau. Dari pola pikir dan kehendak memberikan kesadaran, kadangkala manusia menyalahgunakan kesadaran dan kehendak diri untuk menciptakan sejarah yang katanya berpengaruh. Tak dipungkiri bahwa banyak zaman keemasan, kemunduran yang menyertai bagai tinta bertumpah ruaH di atas kertas kusam. Banyak sejarawan mengatakan bahwa fenomena itu kuat… Lanjutkan membaca Perbudakan

Tempat yang dingin

29 Januari 2026 Sudut asing Sendu suasana ditempat ituPusat biru nan hening dirasa,Berada pada puluhan minus.Hilir anila seakan menggoyahkan raga,Tak jemu ucapnya.Suhu beku menguap mengudaraMenarik kepala kian dinginSouthern Hemisphere…. Ia ada karna sejarah mengusungnya.Hening, dingin dan biru.Seakan melawan maknaDari kehidupan yang hangat.Meski demikian, disebut rumahBagi spesies ribuan tahun lalu.Pasang mata merekam itu semua“Masuklah,” bisiknya.Padahal langkah… Lanjutkan membaca Tempat yang dingin

Published
Categorized as Puisi

Harsa / Kebahagiaan

24 januari 2026 17.47 Harsa Rasa berderu cepat.Warna hati layaknya cempaka.Mega jingga menari diufuk barat.Atma mencari sang semesta. Bibir tersenyum haru.Mata itu gemerlap senduBagai gemintang di gelap malam. Sopan kicauan burung di pendengaran.Menyanyikan bait demi bait.Menambah kesan di masa itu. Anak dara terdekap sejenak.Oleh harsa yang menghampiri. Menuangkan rasa menjadi aksara. Thanks for reading ✨

Published
Categorized as Puisi

Messier 44 atau Praesepe

13 January 2025 Tahukah kamu jika kita menengadah ke atas di luar ruangan di tanah cukup lapang ada berbagai macam bintang. Kadang terlihat puluhan, ratusan sampai ribuan bahkan milyaran. Tergantung cuaca dan posisi kita melihat bintang. Sebagian penghuni bumi mungkin merasa biasa saja melihat langit malam dengan bintang bintang, ada juga yang antusias dengan kilauan… Lanjutkan membaca Messier 44 atau Praesepe

Published
Categorized as Astronomi
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai