Shyam – kegelapan malam

10 Mei 2025

——-

Shyam


Deru langkah tertatih, sayatan duri mengukir cerita pada telapak kakinya, luka berdesir, merah bercampur tanah basah. Seberapa jauh ia tersesat? Berapa lama harus mengembara di belantara ini?

Sayup terdengar, auman serigala menggetarkan semesta, dan nyanyi malam berbisik, seperti doa tanpa janji. Ia berhenti di tanah lembab, dingin menggigit kulitnya yang pucat, membisikkan kesunyian pada nadi yang mulai ragu.

Dress putihnya melambai perlahan, seperti bayangan roh yang terjebak di antara waktu. Rambut hitam menjuntai, berbaur dengan kabut malam, seakan melukis bayang-bayang pada udara yang bergetar.

Indurasmi menggantung di atas sana, bulan, saksi bisu yang memandangi langkahnya, pertanda malam sudah larut, namun takdir masih samar.

Ia bangkit, meski kaki bergetar, melangkah meski setiap langkah terasa seperti pelarian, berharap pada Tuhan, agar takdir, sekali saja, berpihak padanya.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai