Ada masa di mana hati terasa kosong, seakan terombang-ambing dalam lamunan tanpa suara.
Di antara bayangan hitam dan senja yang tenang, aku menuangkan perasaan ini dalam bait sederhana.
Semoga tiap kata yang tertulis bisa menemani siapa pun yang membaca.
——
Si Mata Teduh
Lamunan kosong,
tak bersuara, seperti mati.
Bayangan hitam menghantui,
seakan momok menakutkan,
menutup perjuangan.
Senja di ufuk barat,
desiran ombak terdengar samar,
sepoi angin terasa.
Si mata teduh itu,
memancarkan keridhoan dan harapan.
Ditatap burung camar,
terbang bebas di atas laut,
paduan yang pas di saat senja.
Bayang wanita menghampiri,
guna mengingatkan waktu,
untuk sujud pada Yang Esa.
Terima kasih sudah membaca.
Setiap perjalanan rasa punya caranya sendiri untuk kembali pada ketenangan.
Semoga puisi ini menjadi pengingat kecil — bahwa di balik setiap gelap, selalu ada cahaya yang menuntun kita pulang. Jangan ragu untuk kembali lagi, karena setiap kata yang kutulis adalah bagian dari perjalanan ini.🌿