17 Juni 2025

Dalam hidup, ada masa ketika langkah manusia kehilangan arah. Bukan karena tak tahu jalan, tapi karena jiwa lelah, retak, dan sunyi tak bersuara. Puisi ini lahir dari bayang-bayang kerapuhan itu—tentang seseorang yang jatuh dalam kubangan gelap, tersesat jauh dari cahaya, dan hanya ditemani hembusan napasnya sendiri. Inilah “Noda Jiwa”, bisikan dari relung terdalam manusia yang pernah tersungkur.
——-
Noda Jiwa
Keagungan dalam nadi,
Tersirat makna sempurna,
Bilik di setiap detak jantung
Menyimpan beribu warna.
Merasa berlumuran noda
Rintih memanggil batin.
Terpeleset di kubangan besar nan dalam.
Dalam gelap menghampiri
Tak menemukan setitik cahaya.
Dalam gelap terdengar
Jeritan samar manusia.
Bergetar…
Jiwa penuh noda ini.
Tersedu, terisak akan suasana.
Suram… Katanya.
Diri ini sudah tak sanggup
Kini, satunya harapan hanya kepadaNya
Pada tuhan yang maha kuasa.
Terima kasih sudah membaca hingga akhir.
Jika puisinya menyentuh atau memberi makna untukmu,
tinggalkan komentar ya—aku sangat menghargainya. 🍀