19 Juni 2025
Dunia Korporat
Matahari menelisik dalam diam,
seperti pengawas waktu yang tak kenal jeda.
Menerangi miliaran umat,
tapi sinarnya di sini terasa seperti lampu sorot
yang tak henti menuntut gerak.
Langit biru bersaksi,
di atas ubun-ubunnya yang basah oleh peluh.
Ia berjalan dengan beban besar di pundak,
seperti memikul dunia yang tak ia pilih.
Bising suara mesin bersahutan,
menggema seperti paduan suara tanpa nada—
riuh di luar kepala,
berakhir gaduh di dalam kepala.
Celaan manusia datang seperti angin panas,
tak terlihat tapi terasa membakar.
Seakan mereka diciptakan tanpa cela,
seakan lidah mereka tak pernah keliru.
“Di sini, kau harus tahan banting,”
ujarnya.
Dalam hening aku berpikir:
sekeras-kerasnya dunia,
attitude tetap pakaian yang paling layak.
Bukan jas mahal, bukan kata lantang—
tapi sikap, seperti akar pohon,
tak terlihat tapi menahan segalanya.
Karena yang bermulut ringan,
tak lebih dari plastik tertiup angin
berisik, melayang, tanpa arah.
Dan wibawa, bukan soal siapa paling keras,
tapi siapa paling bisa tenang saat diterjang.
🍀