Dampak ketidaksadaran diri

21 Mei 2026

Sebuah kehidupan terjalin bila memiliki pertumbuhan kepercayaan dan beberapa aspek, seperti aspek sosial ekonomi kesehatan atau spiritual. Disaat yang bersamaan kehidupan tidak terjalin, ya bagaikan genangan air hujan yang hanya sekedar ada. Ketika kesadaran kehidupan tidak disertai kesadaran dalam memilih atau bertindak – hanya mengikuti yang sudah ada maka pertumbuhan manusia seringkali hanya dari fisik semata. Bukan dari eksistensial dan mental itu. Ketidaksadaran yang berlarut akan memberikan dampak pada diri sendiri maupun jaringan hubungan oleh manusia lain.

Dari sisi mental jadi ketergantungan hubungan tanpa refleksi diri, saat kekosongan datang ia tidak tahan berlama lama merasakan rasa kosong itu. Terus menggali mencari keterikatan. Ketika suatu waktu atau momentum datang, keterpaksaan menghadapi diri sendiri. Ya ia kebingungan, bukan sekadar tehnikal bertahan hidup. Tapi batin merasa hampa dan sendu. Proteksi kesadaran terhadap diri sangat berarti, guna mengambil keputusan yang relevan juga menghindari kekacauan yang aslinya tidak begitu besar.

Di zaman yang serba cepat banyak manusia enggan duduk dengan dirinya sendiri. Setiap rasa kosong itu hadir, tidak sabaran membuka media sosial atau semacamnya. Akibatnya makna hidup seringkali terasa kering dan dangkal. Dahulu manusia beberapa abad lalu, jarang stress dengan apa yang ia hadapi secara berlarut larut. Sekarang banyak sekali sebutan penyakit terhadap psikologi.

Dampak screentime memang sebegitu pengaruh entah sadar atau tidak – seringkali manusia zaman sekarang terkecoh akan informasi yang ya memang baik. Namun jika tidak ada ruang untuk diri sendiri itu yang perlu dipertanyakan.

See you

——-

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai