Mengibarkan Bendera, Meski Sedang Kecewa

3 Agustus 2025

Setiap tahun, bulan Agustus datang dengan gegap gempita. Jalan-jalan dihiasi umbul-umbul merah putih, lomba-lomba digelar di gang kecil, anak-anak tertawa lepas memperebutkan hadiah sederhana. Ada makan bersama, pasang lampu, cat ulang pagar, dan semangat gotong royong yang seolah hanya muncul di momen ini.

Namun, tahun ini, rasanya berbeda.

Entah sejak kapan, aku mulai merasa asing dengan semua kemeriahan itu. Bukan karena tidak peduli. Justru karena terlalu peduli—hingga sulit berpura-pura bahagia di tengah keadaan bangsa yang terasa makin absurd.

Negeri ini katanya merdeka. Tapi mengapa yang terpilih tak selalu mewakili yang jujur?
Katanya demokrasi, tapi yang menang adalah yang punya modal.
Katanya keadilan ditegakkan, tapi hukum bisa ditawar dengan jabatan dan uang.

Rasanya seperti sedang menonton permainan catur,
di mana rakyat adalah pion yang mudah dikorbankan demi menang.
Manipulasi bukan lagi rahasia, tapi tontonan terbuka.
Dan suara-suara yang menolak pun sering kali dibungkam secara halus.

Lalu, untuk apa aku ikut-ikutan pasang bendera?
Apa gunanya makan bersama dan senyum-senyum dalam perayaan?

Tapi justru di tengah semua tanya itulah aku sadar:
Aku tidak melakukannya demi pemerintah.
Bukan pula karena bangga pada sistem yang sekarang.

Aku melakukannya untuk menghormati mereka yang sudah tiada.

Para pejuang yang tak sempat selfie di medan perang.
Mereka yang tak dikenal, yang bekerja paksa sebagai romusha,
yang menyembunyikan pejuang di rumahnya, yang menjual satu-satunya perhiasan untuk beli makanan bagi pasukan.

Mereka bukan sempurna.
Tapi mereka hidup dalam zaman sulit dan tetap memilih untuk berjuang.
Dan jika aku kini bisa menulis di ruang yang aman,
maka aku berutang pada keberanian mereka.

Jadi, ya—aku tetap pasang bendera.
Meski hatiku sedang kecewa.
Meski pikiranku dipenuhi tanda tanya.

Karena ini bukan tentang merayakan sistem yang rusak,
tapi mengenang nyawa yang sudah hilang demi negeri ini hidup.

Naila_

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai